Mana yang bagus, jangkrik alam atau jangkrik kalung untuk burung kicauan??

Mana yang bagus, jangkrik alam atau jangkrik kalung untuk burung kicauan??-Jangkrik sudah lama dikenal mempunyai khasiat lebih sebagai asupan burung berkicau. Karena itu, hampir semua burung pemakan serangga seperti murai batu, kacer, cendet, anis merah, dan cucak hijau selalu diberi jangkrik, baik sebagai pakan utama maupun pakan tambahan / extra fooding (EF).

Baca : Alamat Penjual Telur Jangkrik di Jayapura

Jangkrik memang diketahui telah lama menjadi makan tambahan atau ekstra fooding bagi burung berkicau. Hampir semua burung pemakan serangga menyukai jangkrik sebagai pakan utamanya. Murai batu, Anis Kembang, Kacer, Cendet dan Cucak Hijau akan bertambah nyaring dan merdu kicauannya apabila diberi ekstra fooding jangkrik setiap hari. 


bagus mana Jangkrik kalung atau jangkrik alam?
Contoh jangkrik pakan Burung, sumber : Alamy.com

Takaran pemberian jangkrik untuk masing-masing jenis burung berbeda-beda, sesuai dengan setelan masing-masing pemiliknya. Namun yang pasti, protein yang terkandung dalam jangkrik sangat dibutuhkan oleh burung berkicau. 

Ada banyak jenis jangkrik yang beredar di pasaran, seperti jangkrik kalung yang biasa disebut juga jangkrik broiler atau genggong. Jenis jangkrik seliring atau alam dan jenis jangkrik madu atau biasa disebut jangkrik karet. Semua jenis jangkrik tersebut dapat diberikan ke burung kicauan. Namun, manakah yang paling bagus untuk diberikan pada burung kicauan kesayangan anda?? 


baca juga : Alamat Penjual Telur Jangkrik di Surabaya Jawa Timur 

Menurut telurjangkrikalam.com, semua jenis jangkrik dapat diberikan pada burung. Namun, kami lebih memilih jenis jangkrik bering atau sliring atau biasa juga disebut jangkrik alam. Mengapa demikian? 



inilah alasan mana yang bagus jangkrik alam atau jangkrik kalung untuk burung kicauan



Mengenal Jangkrik Alam 

Jangkrik alam adalah jenis jangkrik yang biasa diternakkan di indonesia. Serangga yang memiliki nama latin Acheta domestica ini merupakan jenis jangkrik yang tersebar luas di seluruh wilayah indonesia pada umumnya. Postur tubuh jangkrik alam yang sedang (tidak terlalu besar atau tidak terlalu kecil) menjadikan jangkrik ini sangat disukai oleh peternak burung atau reptil untuk diberikan pada hewan peliharaan mereka. Di daerah lain misalnya di sumatera dan kalimantan, jangkrik alam juga dikenal dengan nama Jangkrik Seliring, Jangkrik Bering atau Jangkrik Madu Coklat. Umur jenis jangkrik ini lebih lama yaitu sekitar 40-50 hari baru bisa dipanen. 
peternakan jangkrik alam
peternakan jangkrik alam


Jangkrik alam dapat ditemukan di sawah, perkebunan dan tanah luas yang memiliki cukup kelembaban. Umumnya musim kawin jangkrik alam pada pertengahan musim hujan. Saat musim kawin tiba, jangkrik betina akan menghampiri jangkrik jantan yang menarik perhatian. Cara menarik perhatian jangkrik betina adalah jangkrik jantan akan mengeluarkan bunyi-bunyian yang khas yang bersumber dari gesekan sayap di punggungnya. Satu indukan jangkrik alam betina akan menghasilkan telur 100-200 butir selama hidupnya. Membudidayakan jenis jangkrik alam ini tidaklah sulit, karena jangkrik alam sangat tahan stres dan tahan terhadap perubahan cuaca, namun kelemahannya adalah waktu panen yang cukup lama.
 


Alasan yang pertama adalah kadar protein jangkrik alam lebih tinggi dari jenis jangkrik yang lain. Dengan kadar protein yang tinggi, maka kebutuhan protein pada burung dapat tercukupi dengan memberikan jangkrik seliring 2-3 ekor saja. Beda dengan pemberian jangkrik kalung atau jangkrik broiler yang besar-besar, dengan kadar protein yang rendah (sisanya berupa air), pemberian pada burung bisa 4-5 ekor sekali makan. Cukup boros bukan? 


Jangkrik untuk pakan burung
Contoh Jangkrik Seliring atau Jangkrik Alam 


Alasan yang kedua adalah jangkrik seliring posturnya kecil dan warnanya terlihat lebih cerah daripada jangkrik kalung. Dengan postur yang kecil dan warna yang lebih cerah, burung kicauan akan lebih tertarik untuk memakan jangkrik seliring. Kita tidak perlu memaksa burung untuk makan jangkrik apabial burung kicauan sudah terlebih dahulu tertarik. 

Alasan yang ketiga adalah jangkrik seliring sangat sedikit mengandung air. Apabila perut dan kepalanya dipencet, maka rasanya sedikit keras dan tidak ada air yang muncrat atau menetes keluar. Beda dengan jangkrik kalung, coba anda pencet, maka akan ada air yang merembes keluar. Makanya ketika burung kicauan memakan jangkrik kalung terkadang dikibaskan terlebih dahulu sebenarnya itu untuk membuang air yang berlebih pada jangkrik kalung. Dengan memakai jangkrik seliring, kemungkinan burung kicauan membuang jangkrik akan semakin kecil. 

baca juga : Alamat Penjual Telur Jangkrik di Pekanbaru Riau

Jangkrik seliring memang susah diternakkan dan harganya sedikit lebih mahal dari jangkrik kalung atau broiler. Untuk menghemat pengeluaran sebaiknya sih anda belajar ternak jangkrik sendiri untuk memenuhi kebutuhan burung kicauan anda. Untuk belajar budidaya jangkrik atau mencoba membeli telur jangkrik untuk diternak dirumah, anda dapat menghubungi kami di nomor 085853147511 (SMS/ WA) atau anda dapat mengirimkan WA dengan cara klik link di samping : Kirim Pesan WA ke Vaulia Farm

Demikian artikel kami tentang mana yang lebih bagus, jangkrik alam atau jangkrik seliring untuk burung kicauan. mudah-mudahan bermanfaat dan menjadi referensi anda saat akan memberikan jangkrik ke burung kicauan kesayangan anda. terimakasih. 

0 Response to "Mana yang bagus, jangkrik alam atau jangkrik kalung untuk burung kicauan??"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel