-->

Budidaya Jangkrik

Budidaya jangkrik merupakan pilihan yang banyak dicari oleh wirausahawan pemula di Indonesia. Hal itu dikarenakan budidaya jangkrik tidak memerlukan modal yang besar, perawatan yang gampang dan rasio panen yang menjanjikan.

Setiap minggu, permintaan jangkrik dari pasar burung dan kios burung selalu mengalami kenaikan, kebutuhan akan pakan burung yang segar dan fresh langsung dari peternak selalu tinggi, ini menjadikan budidaya jangkrik menjadi primadona bagi wirausahawan.

Biasanya jenis jangkrik yang banyak dicari oleh pemilik kios burung adalah jenis jangkrik seliring atau jangkrik mbering atau yang biasa dikenal dengan nama jangkrik alam. Jenis jangkrik ini dipercaya mampu meningkatkan performa burung kicauan sebelum dilombakan dan ketika menjadi klangenan untuk didengarkan suaranya dirumah sehari-hari. Dengan perawatan yang mudah dan waktu panen yang cepat, jangkrik alam akan memberikan keuntungan yang lumayan apabila kita tekun membudidayakannya.

Lalu, apa saja keuntungan kita apabila membudidayakan jangkrik?

1.       Tidak membutuhkan ukuran media budidaya yang besar. Kandang jangkrik bisa disesuaikan dengan kondisi tempat yang kita punyai.
2.       Jangka waktu panen yang singkat. Jangkrik alam dapat dipanen umur 35 hari, jadi perputaran uang masih layak untuk diperhitungkan.
3.       Permintaan selalu meningkat. Kebutuhan pakan burung kicauan akan selalu ada, karena pemilik burung kicauan selalu memberikan pakan setiap hari dan selalu memberikan jangkrik yang sehat dan fresh agar burung peliharaannya sehat dan rajin berkicau.
4.       Modal kecil. Bayangkan dengan modal 1juta rupiah, kita bisa memulai budidaya jangkrik dirumah kita sendiri dengan rasio laba antara 500rb-1jt rupiah sekali panen.
5.       Tidak berisik dan tidak bau. Jangkrik alam dipanen ketika belum tumbuh bulu sayap sehingga tidak akan menimbulkan suara yang berisik. Selain itu kotoran jangkrik sama sekali tidak berbau sehingga aman bagi lingkungan dan keluarga anda.
6.       Perawatan yang murah dan mudah. Pakan jangkrik alam dapat anda temukan di lingkungan sekitar rumah anda, misalnya daun pepaya, daun singkong, sampah sayuran dapur, bahkan gedebog pisang yang kita anggap sebagai sampah pun bisa menjadi makanan jangkrik alam ini. Mudah bukan?


Tunggu apalagi, mari kita mulai menjadi wirausahawan, beternak jangkrik skala kecil di rumah kita sendiri.

0 Response to "Budidaya Jangkrik"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel